Banyuwangi, seblang.com – Musim penghujan membawa berkah tersendiri bagi masyarakat yang gemar berburu jamur liar. Setiap tahunnya, curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi lembap dan memicu tumbuh suburnya jamur liar di sejumlah wilayah. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk berburu jamur konsumsi, seperti yang terjadi di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
Jamur liar yang tumbuh alami di tanah lembap maupun di sekitar akar tanaman ini hanya dapat ditemukan saat musim hujan, sehingga keberadaannya sangat dinantikan. Beberapa jenis jamur yang banyak diburu masyarakat di antaranya jamur bulan (Gymnopus sp.) dan jamur trucuk. Kedua jenis jamur tersebut dikenal memiliki cita rasa lezat serta nilai gizi yang cukup tinggi.
Jamur bulan kerap ditemukan di tanah lembap dan di sekitar perakaran tanaman. Jamur ini digemari karena teksturnya yang menyerupai daging. Sementara itu, jamur trucuk—yang juga dikenal sebagai jamur barat atau cendawan busut—memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi. Namun, jamur ini sulit diprediksi kemunculannya dan tidak dapat dibudidayakan secara massal.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sepanjang jalan menuju area Pabrik Gula Glenmore setiap pagi dipenuhi masyarakat yang berburu jamur di area perkebunan tebu.
Aktivitas berburu jamur umumnya dilakukan sejak pagi hari, bahkan sebagian warga memulainya pada dini hari. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan memastikan jenis jamur yang diambil aman untuk dikonsumsi, mengingat adanya jamur liar beracun yang juga tumbuh pada musim yang sama.
Salah satu warga, Sugirah (55), warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, mengaku rutin berburu jamur liar untuk dijual maupun dikonsumsi sendiri. Ia mengatakan, permintaan jamur biasanya sudah datang sebelum dirinya turun ke lokasi pencarian.
“Demi mendapatkan hasil yang banyak, saya berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB. Itu pun saat sampai di lokasi sudah banyak yang lebih dulu mencari jamur,” tuturnya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Sugirah, harga jamur trucuk hitam di pasaran berkisar antara Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ketersediaan.
Fenomena jamur liar musiman ini tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.///////////









