Syauqi Noval Firdaus, selaku ketua komite SDN Kepatihan, merasa bangga menjadi salah satu bagian warga SDN Kepatihan. Bahkan Syauqi langsung menyitir pepatah dari Bung Karno yang berbunyi :,
“Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.
“Dari filosofi Bung Karno itu yang saya gunakan apabila untuk mengatasi bahaya narkoba. Terlebih dengan giat Semarak Kemerdekaan ke-77 RI bersamaan dengan sosialisasi bahaya narkoba sebagaimana disampaikan oleh tim penyuluh dari LRPPN BI, saya sebagai ketua komite sangat berterimakasih sekali,” lontarnya.
Sementara itu, kru IPWL LRPPN BI Banyuwangi yang bertindak sebagai narasumber adalah dua konselor adiksi, Sita Febrina dan Nadia Ragil didampingi pembinanya Hakim Said, SH, yang sekaligus merangkap menjadi moderator dalam kegiatan yang digelar secara outdoor di halaman sekolah. Bahkan Hakim Said juga didapuk menjadi pembina upacara sekaligus mengulas sedikit dampak hukum penyalahgunaan narkoba.
“Ini kehormatan yang luar biasa sekali, semoga manfaat dan barokah,” ucap pria berkumis, alumni Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan ke-2 tahun 2006 di Universitas Jember (Unej) ini.
Di sesi terakhir, tampak ratusan siswa-siswi SDN Kepatihan yang duduk lesehan d ihalaman sekolah menyimak pemaparan yang disampaikan narasumber konselor adiksi Sita Febrina. Mereka semakin tertarik karena penyampaian materi bahaya narkoba tersebut dilakukan secara sederhana dan lugas.////












