Jajaran pengurus, kader dan simpatisan ormas yang identik dengan seragam doreng hitam oranye dari ujung timur Pulau Jawa siap menjadi pelopor menghasilkan dan menggunakan BBM secara mandiri.
Selama sehari pada Rabu (31/8/2022), puluhan kader Pemuda Pancasila Banyuwangi menikuti pendidikan dan pelatihan pembuatan BBM sendiri. Yang trainernya adalah Firda Dian Pramana, pemuda asal Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.yang dengan inovasi dan kreatiftas serta pengalamannya mampu membantu meringankan masyarakat yang mengenalnya.
“Dalam pembuatan BBM secara mandiri bagi teman-teman Pemuda Pancasila bahan dasarnya mememanfaatkan benda-benda yang sudah tak terpakai, khususnya sampah plastik,” jelas Firda.
Alumni Smanor Sidoarjo angkatan 13 tahun 2015 mengaku sudah memproduksi BBM dari bahan sampah plastik sejak setahun lalu. Rumah produksinya bertempat di Kecamatan Rogojampi.
“Jadi disini sampah plastik diolah menggunakan tungku khusus yang sudah kita rancang sedemikian rupa. Satu jam pertama, dipanaskan pada suhu 100 derajat. Selanjutnya suhu bisa ditingkatkan. Sekali produksi mampu menampung 50-60 kilogram sampah plastik. Jika sampah dalam kondisi bersih, mampu menghasilkan 50-60 liter BBM,” imbuh putra pasangan Supriyadi dan Hidayati itu.
Selama mengikuti program pelatihan pembuatan BBM yang memanfaatkan bahan sampah plastik, anggota Pemuda Pancasila Banyuwangi terlihat sangat antusias. Dan begitu melihat sampah plastik bisa berubah menjadi cairan BBM, mereka sangat kagum dan keheranan.
Namun keheranan peserta berubah setelah mendapatkan penjelasan secara ilmiah dari Firda. “Yang berwarna coklat tua mirip solar ini biasa disebut Bio Diesel. Dan sebenarnya sampah plastik juga bisa diolah menjadi BBM dengan kualitas mirip Pertalite,” jelasnya.
Pemuda kelahiran Banyuwangi, 27 Juli 1997, ini berharap pembuatan BBM secara mandiri ini bisa dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena selain mampu meningkatkan perekonomian, juga membantu dan mendukung program pemerintah dalam menangani sampah, khususnya sampah plastik.
“Insya Allah kami siap berbagi pengalaman dengan seluruh masyarakat,” cetus alumni Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Rekreasi (Penjaskesrek) Universitas PGRI Banyuwangi ini.///












