Sulis menambahkan sejauh ini beberapa wilayah yang warganya antusias mengikuti program transmigrasi berasal dari kecamatan Glenmore Kalibaru dan kecamatan Pesanggaran.
Untuk mempersiapkan transmigran asal Banyuwangi supaya bisa survive, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi selain memberikan penguatan mental spiritual juga memberikan pendidikan pelatihan (Diklat) terkait pertanian,pertukangan dan ketrampilan las serta ketrampilan lain yang menunjang.
“Disamping itu kami juga memberikan bantuan benih-benih tanaman yang bisa dibudidayakan di sekitar rumah tinggal yang masih kosong maupun di lahan pertanian yang mereka dapatkan,” imbuh Sulis.
Pengiriman terakhir transmigran asal Banyuwangi pasca pandemi Covid 19 dilaksanakan sekitar akhir 2022 sebanyak 6 KK yang berasal dari Kecamatan Glenmore. Saat ini sudah ada beberapa warga yang siap untuk mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan.
“Program transmigrasi bukan sekedar memindah orang, sehingga sejak awal kami berupaya selektif dan tidak berani mengirimkan transmigran sebelum daerah yang menjadi tujuan benar-benar siap agar mereka yang berangkat benar-benar mampu mendapatkan kehidupan yang lebih baik, layak dan sejahtera,” pungkas Sulis./////









