Tak hanya itu, jelas Ika, mesin mixer buatan timnya ini dirancang jauh lebih besar 6 -10 Kg. Biaya produksinya pun lebih hemat, karena memakai daya listrik kurang lebih 900 watt.
“Jadi jauh lebih efisien dan efektif. Karena mesin ini memberikan dampak kepada mitra yaitu efisiensi biaya solar untuk Disel sebesar Rp 20.000,- per hari, serta efisiensi waktu 20 menit setiap adonan,” ujar Ika.
Ditambahkan Rudy Tri Handoko, S.ST.Par., M.Tra, salah satu tim anggota sekaligus pelaksana pendampingan kepada mitra. Menurutnya, kualitas adonan sangat mempengaruhi kualitas roti dan kue jajanan pasar yang dijual.
“Mesin Mixer Vertikal Otomatis buatan Tim PKM Poliwangi ini mampu menghasilkan kualitas adonan cair yang kalis atau merata hanya dalam waktu 15-20 menit. Tergantung kapasitas, lebih sedikit lebih cepat,” ujar Rudy.
Setelah dilakukan sosialisasi penggunaan dan perawatan mesin, kemudian dilakukan pendampingan dan serah terima Mesin Mixer Vertikal Otomatis.
Mesinnya pun berjalan sesuai harapan. Mesin tersebut dapat mengaduk adonan kue pada Home Industri Jodi yang memproduksi kue bakpao dengan sempurna.

“Baik bakpao kacang hijau maupun bakpao ayam serta bakpao kacang tanah seperti nampak pada gambar”, jelas Nurul Alfiyah, S.E., M.Akun salah satu tim pelaksana pendampingan kepada mitra.









