Setelah tiba kesempatan untuk menyampaikan gagasannya, Alumni S2 Universitas Negeri Malang (UM) memaparkan Harapan Pemuda LDII Dalam Menghadapai Masa Indonesia Emas 2045 dengan banyak penduduk usia produktif pada masa mendatang yang menjadi senjata membangun dan memajukan Banyuwangi.
“Tertunya dalam perbaikan tersebut harus dimulai sejak dini melalui anak-anak muda yang produktif, memiliki militansi tinggi dan beradab. Dalam pelaksanaanya LDII sudah berupaya secara maksimal dan menyiapkan anak muda hebat kedepan melalui program FAS (Festival Anak Sholih), Perkemahan Masa Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia Camping (Permata CAI) dan kegiatan lainnya,” peraih perak Porprov Jatim 2015 itu.
Pemuda asli Bayuwangi itu juga menyampaikan sebuah solusi dengan meminta pemkab Banyuwangi dapat mewadahi dan memfasilitasi sebuah forum yang dapat dilaksanakan secara bekelanjutan melaui Workshop/Pelatihan/Lokakarya berisikan upaya perbaikan diri organisasi, menciptakan organisasi sehat, Implementasi Kepemimpinan yang memang dapat menjadi output generasi muda di kalangan Organisasi muda di Banyuwangi.
Hasan juga menuturkan bahwa dengan wadah tersebut akan menjadi strategi unggul menciptakan harmoni antar organisasi masyarakay dan umat beragama, karena secara tidak langsung selama mengikuti pelatihan antar peserta akan terjalin komunikasi yang baik dan saling mengenal. “ Ini menjadi wadah yang berkah untuk menjalin silaturahim dan berkolaborasi antar organisasi kepemudaan,” imbuhnya.
Karena generasi muda adalah lanjutan dari perjuangan generasi tua dimasa kini. Pada akhir pidatonya Hasan menyampaikan penutup dengan pantun yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari pada hadirin.
Selanjutnya pengidola Prof. B.J. Habibie itu menyampaikan dua kutipan kalimat mewakili kesan terpilih menjadi 10 besar “Tidak semua yang dihadapi bisa diubah. Tapi, tidak ada yang bisa diubah sampai itu dihadapi.” dan “Bukan ingin menjadi lebih baik dari orang lain, tapi aku hanya ingin lebih baik dari diriku yang dulu.”
“Dengan memberanikan diri menyampaikan gagasan bukan untuk apa-apa tetapi hanya untuk membuka pintu agar LDII tidak dianggap eksklusif tapi mau berkolaborasi dengan Organisasi lainnya dan semata untuk pengembangan diri secara pribadi,” pungkas pengagum Dr. Ir. H. Dedid Cahya Happyanto, MT (Ketua Persinas ASAD Jatim)///











