Acara tersebut melibatkan beberapa tokoh agama dari; Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha serta Konghucu dengan harapan FKUB dan Tokoh Agama (Toga) mampu menjadi jembatan moderasi agama baik menyangkut keyakinan pemahaman dan tindakan kongkrit dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Ke depan acara seperti ini akan disampaikan dalam sinergitas tiga pilar dalam upaya menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati dan saling percaya diantara umat beragama yang ada,” imbuh H Muji.
Mantan dosen Untag 45 Banyuwangi itu menambahkan karena dukungan semua tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga terwujud keharmonisan umat beragama, Kabupaten Banyuwangi juga mendapatkan predikat “Kota Welas Asih”, beberapa waktu lalu.
Saat ini dengan pencanangan program “Banyuwangi Rebound”, yang menjadi cara Banyuwangi untuk bersama bangkit setelah dua tahun segalanya terbatas akibat pandemi Covid 19. Gerakan bersama-sama yang bersandar pada 3 (tiga) pilar yaitu; menangani pandemi, pemulihan ekonomi dan merajut harmoni,” pungkas H Mujiono.////












