“Tentukan tujuan dan fokuslah membangun bisnis kalian. Yang tak kalah penting terus bersabar. Memulai bisnis tentu hasilnya tidak instan. Butuh waktu hingga kita bisa menikmati hasilnya,” ujarnya.
“Dari 2012 memulai bisnis, kami baru bisa menikmati hasilnya pada 2018. Memang harus sabar dan fokus. Alhamdulillah, usaha kami semakin berkembang. InshaAllah tidak hanya Malaysia, kami akan melebarkan pasar hingga Afrika dan Amerika Latin,” ungkap Kukuh.
Mentoring selanjutnya pada 31 Mei 2022, akan dibawakan oleh Luh Putu S dari Univenjarsitas Jember dan Dzulfikri Putra, CEO Kang Duren, founder marketplace untuk durian.
Berikutnya juga akan melibatkan Dias Satria dari Universitas Brawijaya Malang. Dilanjutkan Andriza Syarifudin, CEO Nusa Fresh yang beberapa waktu lalu melakukan ekspor buah naga dan hortikultura produk Banyuwangi.
Jagoan Tani merupakan ajang untuk mencetak generasi baru usaha pertanian yang rutin digeber Pemkab Banyuwangi sejak lima tahun lalu.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, M. Khoiri, mengatakan mentoring akan dilaksanakan via zoom pada 30, 31 Mei dan 2 Juni 2022.
“Usai mentoring, akan dipilih 30 besar pada 3 Juni 2022. Selanjutnya dikerucutkan lagi menjadi 10 besar untuk melakukan presentasi bisnis di hadapan para juri secara langsung pada 8-9 Juni. Diakhiri tahap graduation pada 16 Juni 2022,” pungkas Khoiri. (*)











