Malang, seblang.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menegaskan pentingnya keberanian dan kemampuan berpikir kritis di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026).
Zulhas meminta agar santri Madrasah Aliyah (MA) tidak merasa inferior dibandingkan siswa sekolah umum.
“Jangan minder. Madrasah Aliyah itu kuat, karena belajar agama sekaligus pelajaran umum. Itu keunggulan,” ujarnya.
Menko Pangan bahkan meminta sejumlah santri maju ke depan untuk menjawab pertanyaan secara langsung. Ia menilai langkah kecil berupa keberanian tampil di muka umum sudah menjadi indikator awal kepemimpinan.
Santri yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapat apresiasi berupa satu unit tablet dan uang tunai Rp1 juta sebagai bentuk dorongan agar generasi muda tidak takut menunjukkan kapasitasnya.
Terkait harga kebutuhan pokok, Menko Pangan menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai berkaitan erat dengan faktor cuaca dan musim.
“Pemanfaatan teknologi seperti greenhouse menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas produksi,” tegas Zulhas.
Sementara itu, Pengasuh PP Raudlatul Ulum 2, KH Hamim Kholili, menjelaskan bahwa kunjungan Menko Pangan juga untuk memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) di Malang Raya berjalan sesuai tujuan.
“Beliau ingin memastikan apakah santri sudah menerima MBG dan bagaimana kualitasnya. Ini bentuk perhatian langsung pemerintah,” jelas KH Hamim.
Di pesantren yang memiliki lebih dari seribu santri dan mahasiswa tersebut, program MBG disebut telah berjalan dan dirasakan manfaatnya. Namun, KH Hamim menegaskan agar perhatian pemerintah terhadap pesantren tidak parsial.
“Sekolah formal hampir 100 persen tersentuh program. Pesantren jangan sampai hanya sebagian kecil. Harus sejajar. Undang-Undang Pesantren harus dimaksimalkan pelaksanaannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan standardisasi dalam pelaksanaan MBG agar tidak terjadi penyimpangan.
“Program ini sangat baik untuk masa depan generasi bangsa. Jangan sampai pelaksanaannya di bawah tidak maksimal,” pungkasnya.
Turut mendampingi kunjungan di PP Raudlatul Ulum 2 tersebut, Bupati Malang H.M. Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran Menko Pangan disambut Pengasuh PP Raudlatul Ulum 2 KH Hamim Kholili beserta jajaran pengurus dan para santri.











