Menkominfo Johnny G Plate: Frans Seda Layak Jadi Pahlawan Nasional

by -1181 Views
Wartawan: Teguh Prayitno/rilis kominfo
Editor: Herry W. Sulaksono

“Banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan Pak Frans Seda untuk kejayaan negeri kita, sudah dikenal sebagai tokoh yang menjadi titik simpul antara perjuangan kebangsaan nasionalisme dan keimanan atau religius dalam personifikasi Pak Frans Seda. Karenanya, tokoh-tokoh seperti Pak Frans Seda ini harus menjadi tokoh panutan nasional, khususnya di era sekarang dimana demokrasi yang sudah berkembang luar biasa, media komunikasi yang sudah digital dan sebarannya luas untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka kita perlu tokoh-tokoh panutan, salah satu dari tokoh panutan itu adalah Pak Frans Seda,” ungkapnya.

Menurut Menteri Johnny, Frans Seda yang juga mantan Menteri Keuangan Periode 1966-1968 itu tidak saja dikenal sebagai tokoh politik, tapi juga tokoh pergerakan yang mempertahankan kemerdekaan.

“Karena terlibat dalam perang fisik untuk menjaga kemerdekaan, negara yang baru dibentuk dari usaha memecah-belah melawan Belanda. Beliau juga seorang tokoh pendidik yang membentuk lembaga pendidikan yang saat sekarang juga sangat relevan,” jelasnya.

Seda: Inisiator Telekomunikasi

Menteri Kominfo pun memberi aksentuasi bahwasanya perkembangan teknologi digital saat ini tidak terlepas dari para perintis telekomunikasi terdahulu, termasuk Frans Seda yang pernah menjadi Menteri Perhubungan Periode 1968-1973.

“Pak Frans Seda adalah Menteri Perhubungan yang saat itu salah satu portofolio Kementerian Perhubungan adalah telekomunikasi. Landasan kebijakan telekomunikasi saat ini adalah lanjutan dari rintisan kebijakan yang mereka buat yaitu konektivitas fisik dengan membangun bandara dan pelabuhan di seluruh Indonesia dengan tanah yang sangat terbatas di saat itu, sekaligus membuka telekomunikasi,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, pada era Menteri Frans Seda, komunikasi dan telekomunikasi dibawa undang-undang adalah monopoli negara. Karena saat itu Indonesia membutuhkan akses telekomunikasi untuk menghubungan antar pulau, antar etnik, dan dialek yang berbeda-beda.

“Kalau bahasa persatuan nasional kita itu perlu dikomunikasikan ke seluruh penjuru tanah air dibutuhkan telekomunikasi saat itu. Saat sekarang, telekomunikasi yang dibangun dulu harus ditindaklanjuti melalui transformasi digital yang harus dilakukan secara akseleratif,” jelasnya.

Dalam seminar nasional, turut hadir Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Edi Suharto; Ketua STFT Widya Sasana Malang, Eko Armada Riyanto; Rektor Unika Atmajaya Jakarta, A. Prasetyantoko; Rektor Universitas Islam Indonesia Internasional, Komaruddin Hidayat, serta penulis sekaligus peneliti nasional, Yoseph Stanley Adi Prasetyo./////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *