Malang, seblang.com – Menjelang masa purna tugasnya pada awal 2026, Camat Pakisaji, Endah Sriyati, menutup pengabdiannya dengan sederet prestasi membanggakan di tingkat Kabupaten Malang. Di akhir masa jabatannya, Kecamatan Pakisaji justru mencatatkan berbagai capaian strategis yang menegaskan kuatnya budaya integritas, sinergitas, dan pelayanan publik yang profesional.
Mengabdi sejak 2019, mulai dari Sekretaris Camat hingga menjabat sebagai Camat Pakisaji, Endah Sriyati menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif tim, bukan prestasi pribadi.
“Semua berkesan. Penghargaan yang kami raih itu murni hasil kerja teman-teman. Saya hanya mendampingi. Tim kecil yang merancang dan mereka berunding sendiri. Idenya luar biasa,” ujar Endah Sriyati, Selasa (6/1/2026).
Salah satu prestasi yang diraih Kecamatan Pakisaji adalah Juara II Lomba Konten Media Sosial se-Kabupaten Malang. Konten tersebut mengangkat pesan kuat tentang integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik, dengan penekanan bahwa pelayanan harus diberikan secara adil, profesional, dan tanpa diskriminasi.
“Pelayanan publik memang rentan. Namun sekarang regulasinya sudah jelas, pelayanan tidak berbayar. Siapa pun yang datang wajib kita layani sebaik mungkin, tanpa melihat simbol atau latar belakang apa pun,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kecamatan Pakisaji juga berhasil meraih Juara I Sinergitas Pemerintah Kabupaten Malang dari total 33 kecamatan. Endah menjelaskan, capaian tersebut berawal dari komitmen aparatur dalam menjalankan program sesuai regulasi serta melaporkannya secara jujur dan apa adanya.
“Kami hanya menekankan agar laporan diisi sesuai fakta di lapangan, tidak dilebihkan dan tidak dikurangi. Dari situ kami tidak menyangka bisa masuk lima besar hingga lolos ke tahap wawancara,” ungkapnya.
Menurut Endah, sinergitas yang terbangun tidak hanya bersifat administratif, melainkan tercermin dari kerja sama yang solid antara kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Menjelang purna tugas, Endah menegaskan bahwa ASN merupakan bentuk pengabdian, sehingga integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Dalam bekerja selalu ada regulasi. Kita memilih taat atau menyimpang, dan semuanya memiliki risiko. Dengan integritas, kita bisa bekerja lebih tenang dan fokus pada kemanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berpesan khusus kepada para kepala desa di Kecamatan Pakisaji agar senantiasa bekerja sesuai aturan demi menjaga kepercayaan publik dan membangun citra positif pemerintahan desa.
“Saya selalu menanamkan agar kepala desa bekerja sesuai regulasi. Dengan begitu, kita tidak dibayangi persoalan setiap hari dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Perempuan yang dikenal aktif sebagai penyiar radio dan memiliki hobi merajut ini memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, mulai dari Kecamatan Singosari, Kelurahan Cepokomulyo Kepanjen, Lurah Sedayu, Bagian Kerja Sama, hingga Badan Ketahanan Pangan dan Protokol Publikasi.
Menutup refleksi pengabdiannya, Endah berharap masa purna tugas dapat dijalani dengan sehat, tenang, dan penuh rasa syukur.
“Harapannya kita senantiasa sehat, tetap semangat, dan bisa melalui pengabdian hingga purna tugas dengan enjoy, tanpa hambatan, dan hati yang gembira. Itu cerminan sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.////////












