Mengenal Siami, Perajin Tenun Tradisional Banyuwangi yang Melestarikan Warisan Budaya

by -747 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Siami masih menggunakan alat tenun tradisional berupa alat penenun pangku dari kayu, peninggalan ibunya yang terawat hingga kini. Kain tenun buatannya berukuran 300 cm x 60 cm dan terbuat sepenuhnya dari benang sutera. Proses pembuatan satu lembar kain membutuhkan waktu sekitar sebulan karena dikerjakan secara manual.

Rutinitas Siami dimulai setiap pagi pukul 08.00 WIB. Ia tekun mengerjakan tenunannya hingga sore hari, dengan jeda istirahat saat Dhuhur. “Malamnya saya memintal benang sampai larut,” ungkapnya.

Bupati Ipuk mengapresiasi upaya Siami dalam melestarikan kain tenun Banyuwangi. “Beliau ini luar biasa, seorang pelestari tenun yang tetap konsisten hingga saat ini,” puji Ipuk. Untuk menjaga kelangsungan kerajinan ini, Ipuk berencana memfasilitasi regenerasi penenun dengan mengajak generasi muda belajar pada Siami.

“Alhamdulillah, putri Mbah Siami juga mulai menekuni kerajinan tenun. Ini menggembirakan, semoga ada kerabat lain yang mengikuti,” ujar Ipuk. Ia juga berharap ada kolaborasi antara dinas terkait dan para desainer Banyuwangi untuk memanfaatkan produk tenun ini sebagai bagian dari warisan wastra Banyuwangi.

Dengan upaya pelestarian dan pengembangan yang berkelanjutan, diharapkan kerajinan tenun tradisional Banyuwangi dapat terus bertahan dan bahkan berkembang di masa mendatang.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *