Menengok Produksi Gula Aren Organik di Lereng Ijen Banyuwangi

by -1981 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Selain wilayah Banyuwangi, pemasaran gula aren hasil produksi mereka sudah merambah ke sejumlah daerah tetangga. Di antaranya Malang, Situbondo, Surabaya.

Selain proses pembuatan gula aren yang dibuat secara organik, Poktan Bukit Hijau juga menggunakan pupuk organik untuk pohon nira di desa itu. Pupuk organik tersebut dibuat oleh mereka sendiri yang terbuat dari kotoran hewan ternak milik anggotanya. Setiap hari, poktan bisa mengumpulkan 50 karung kotoran kambing.


“Pupuk organik kami juga laku di pasaran. Dijual di Banyuwangi dan Situbondo. Biasanya untuk tanaman hortikultura, seperti durian, manggis, petai, jengkol, dan cabai,” ujar Sholeh.

Bupati Ipuk mengapresiasi komitmen poktan Bukit Hijau dalam mempertahankan kualitas gula organiknya. “Kualitas gula aren di desa ini sangat bagus karena diolah secara organik. Terbukti sudah 10 tahun bisa mempertahankan sertifikasi organik dari Lesos,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menyerahkan bantuan kepada para petani gula aren. Bantuannya berupa peralatan untuk meningkatkan usaha mereka, seperti pisau penderes kelapa, ratusan jerigen, dan cetakan gula.

Tak hanya gula aren, sebenarnya masih banyak potensi yang bisa dinikmati ketika berkunjung ke Desa Kluncing. Tak hanya areal persawahan terasering, namun kolam ikan jernih yang mengalir sepanjang rumah penduduk di salah satu dusunnya. Kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong, karena kejernihan air kolamnya meski berada di kawasan pemukiman warga. (*)

 

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *