Selain itu, media sosial saat ini juga sering dimanfaatkan untuk tujuan politik, seringkali dengan penyebaran informasi palsu (hoax), provokasi, adu domba, dan ujaran kebencian. Iptu Darwati mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Cek dan recheck sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau perpecahan. Pilihan boleh berbeda, tapi harus tetap menjaga persatuan dan kerukunan,” kata Iptu Darwati.
Iptu Darwati juga mengajak generasi muda sebagai penerus bangsa untuk menjadi agen perubahan positif di media sosial dan selalu bersikap santun dan bijak dalam berinteraksi di platform tersebut. Dia menegaskan bahwa media sosial memiliki cakupan yang sangat luas dan bahwa siapa pun bisa menjadi siapa pun di dunia maya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengunggah dan mengomentari informasi yang diterima.
“Jangan terlalu mudah percaya dan konfirmasi kebenaran informasi kepada pihak yang kompeten. Ingat, ada undang-undang ITE yang mengatur dan ada sanksi hukum bagi yang melanggar,” tegas Kasat Binmas.
Kasat Binmas juga mendorong kaum muda untuk membantu kepolisian dalam menciptakan suasana yang aman dan damai menjelang Pemilu 2024, sehingga pemilu dapat berlangsung sukses, aman, dan kondusif.//////











