Memanah Ikan di Kolam Bekas Galian C, Pemuda Banyuwangi Tewas Tenggelam

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno

Banyuwangi, seblang.com – Aktivitas memanah ikan di kolam bekas galian C berujung maut. Seorang pemuda bernama Apris Oreza (23), warga Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam bekas galian C di Dusun Krajan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Senin (9/2/2026) dini hari.

Kapolsek Rogojampi Kompol Imron, S.H., M.H. menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 04.00 WIB terkait penemuan seorang laki-laki yang tenggelam di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek bersama anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Sekira pukul 06.30 WIB kami bersama anggota melaksanakan evakuasi dan identifikasi korban di kolam bekas galian C,” kata Kompol Imron.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan rekan korban, peristiwa bermula saat korban bersama dua temannya berangkat dari rumah di wilayah Songgon sekitar pukul 02.00 WIB. Ketiganya menuju kolam bekas galian C dengan tujuan memanah ikan nila.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB, mereka langsung menyelam tanpa menggunakan alat pengaman atau pelampung, hanya berbekal senter kepala. Beberapa menit kemudian, dua saksi sudah berada di tepi kolam bagian timur dan melihat cahaya senter korban di tengah kolam dalam kondisi tidak bergerak.

Karena curiga, salah satu saksi mendekat dan mendapati korban sudah tenggelam. Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun kaki korban diduga tersangkut ganggang di dasar kolam.

“Karena terlalu lama menyelam dan kelelahan, saksi tidak kuat dan akhirnya menepi untuk meminta pertolongan warga sekitar,” ujar Imron.

Petugas Polsek Rogojampi bersama perangkat desa, tenaga medis Puskesmas Badean, serta warga setempat kemudian melakukan proses evakuasi. Korban berhasil diangkat dan dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis.

“Hasil identifikasi awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam,” tegas Kompol Imron.

Usai proses identifikasi, jenazah korban langsung diantar ke rumah duka di Kecamatan Songgon dan diserahkan kepada pihak keluarga. Polisi juga telah meminta keterangan para saksi serta mengamankan barang bukti untuk keperluan administrasi dan laporan lebih lanjut./////////

iklan warung gazebo