Dan bangunan “green house” kedua berada di timur bangunan utama pendopo. Bangunan ini merupakan ruang PKK berfungsi sebagai tempat rapat, kantor atau sekretariat kegiatan.
Bila diamati, kedua bangunan ini akan terlihat seperti sebuah hamparan taman yang menghijau karena subur ditumbuhi rumput dengan kontur tanahnya yang memiliki kemiringan sekitar 60 derajat. Padahal, semua itu merupakan bagian atap dari “green house“.
Meski berada di dalam tanah, namun pencahayaan di dalam bangunan sangat terang disaat siang hari. Cahaya yang menerangi bukan dari lampu listrik, melainkan dari cahaya matahari yang masuk melalui celah pemecah sinar matahari yang telah direkayasa sedemikian rupa.
“Di sini juga ada rumah khas Suku Osing dengan beberapa ornamen-ornamen kuno penduduk asli Banyuwangi,” ujarnya.
Pendopo Shaba Swagata Blambangan ini, kata Bambang, terbuka untuk umum. Pengunjung juga tidak dipungut biaya alias gratis. Meski begitu pengunjung harus mengikuti aturan yang ada, salah satunya adalah izin dengan penjaga di bagian depan.
“Pengunjung harus menggunakan baju yang rapi dan sopan serta mengisi buku tamu,” ujarnya./////
Pendopo dan green house yang unik ini merupakan “Istana” Bupati “Bumi Blambangan” dengan taman hijau tertata apik, menarik untuk dikunjungi sebagai objek wisata edukasi. Yuk berkunjung ke Pendopo Shaba Swagata Blambangan!









