Peringati HPN Sejumlah Wartawan dan Aktivis Banyuwangi Diskusi Bersama, Soroti Lemahnya Penegakan Hukum

by -12 Views
Wartawan: Hari Purnomo
Editor: Herry W Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi penting bagi insan pers dan perusahaan media untuk meneguhkan kembali perannya di tengah perubahan lanskap media yang semakin kompleks. Perubahan tersebut terutama dipicu oleh disrupsi digital dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, Jumat (13/2/2026).

Momentum ini diperingati oleh komunitas IBW (Info Warga Banyuwangi) bersama insan pers dan para aktivis dalam sebuah kegiatan yang digelar di Cafe Becak, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IBW Abi Arbain, aktivis Yunus Wahyudi, H. Abdillah, serta sejumlah aktivis lainnya.

Dalam acara tersebut, selain membahas perkembangan pers di Banyuwangi yang semakin kritis, para aktivis juga menyoroti dugaan tebang pilih media dalam menyajikan pemberitaan. Mereka mencontohkan sejumlah kasus, seperti perkara NH dan beberapa insiden korban meninggal akibat tenggelam di bekas tambang galian C.

Dalam sambutannya, Abi Arbain menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2026 yang mengangkat tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Ia berharap pers, khususnya di Banyuwangi, dapat terus menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi dengan menyajikan pemberitaan yang akurat dan berdasarkan fakta.

“Tema kali ini sangat penting bagi peran pers untuk bangsa dan negara. Namun, yang kami sesalkan adalah lemahnya proses penanganan hukum di Banyuwangi. Hampir seluruh aktivis yang hadir juga membahas hal yang sama, seperti penanganan perkara NH dan korban tenggelam di bekas tambang galian C. Pesan kami melalui peringatan HPN ini, pejabat jangan menyakiti hati rakyat lagi,” ujar Abi Arbain.

Hal senada disampaikan aktivis M. Yunus Wahyudi, yang dikenal dengan julukan Harimau Blambangan. Ia menilai penegakan hukum di Banyuwangi masih perlu mendapat perhatian serius.

“Saya selaku aktivis kontrol sosial telah mengantongi banyak data terkait dugaan korupsi di Banyuwangi. Melalui forum ini, kami berharap pihak Komisi Pemberantasan Korupsi dan pejabat terkait dapat datang ke Banyuwangi. Kami juga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap kondisi penegakan hukum di Banyuwangi yang dinilai masih lemah,” pungkas Yunus.//////////////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo