Kades kembiritan Sukamto mengatakan sangat keberatan tentang SOP yang dilaksanakan Dinas Kesehatan. Kkarena dalam pemakamn tadi tenaga yang dikirim seharusnya enam orang. Ternyata hanya tiga orang. Maka dengan otomatis pihak keluarga almarhum harus turun tangan untuk ikut ke pemakaman. Tanpa dilengkapi APD (alat pelidung diri)
“Dengan kejadian ini saya mengkwatirkan dengan keadaan masyarakat saya, sementara pihak pemerintahan desa sendiri sudah berusa keras untuk mendukung imbauan pemerintah untuk menyosialisasikan bahanya virus corona terhadap masyarakat mengenai kebersihan lingkungan, kebersihan diri,dan yang baru datang dari luar daerah atau luar negeri,” ungkap Sukamto.
Semoga kejadian ini tidak akan terulang lagi ,serta menjadi perhatian bagi pihak rumah sakit maupun dinas kesehatan. (sincan)











