Madiun, seblang.com – Beberapa hari terakhir jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video kasus perundungan antarpelajar yang tersebar luas di pesan singkat Whatsapp maupun platfon media sosial. Tentunya hal tersebut menambah catatan buruk bagi dunia pendidikan di Indonesia di tahun 2023 ini.
Terkait maraknya kasus perundungan yang terjadi pada usia pelajar, Kepala Sekolah SMK Model PGRI 1 Mejayan Sampun Hadam ikut menyoriti peristiwa tersebut, Jumat, 29/09/2023.
Dikatakan Sampun, jika pembentukan karakter siswa harus mengutamakan pembentukan kelembutan hati, jangan jadikan siswa sebagai objek sebuah keegoisan sekolah. Pada dasarnya, usia pelajar adalah usia yang aktif dan labil. Jangan kita membentuk karakter siswa hanya dengan sebuah karakter disiplin, namun kita harus membentuk karakter mereka dengan landasan agama.
“Kita bentuk hati mereka dengan agama, ajarkan kelembutan dan kasih sayang agar mereka (siswa) tidak berontak dengan usia aktif dan labilnya. Dan jangan jadikan para siswa/i sebagai objek kita, namun jadikan mereka sebagai subjek. Sehingga kita (para guru) bisa memahami karakter para anak didik. Dan kasus perundungan yang beredar kemarin sangat di sayangkan tentunya,” ungkap Sampun.










