“Jumlah peserta yang tercatat sampai saat ini 305 peserta yang berasal dari 26 provinsi. Yang jauh dari Papua 12 orang dan Nangro Aceh Darusalam ada beberapa orang tetapi jumlah pastinya lupa,” imbuh dia.
Harapan DisporaBanyuwangi, lanjut Alfin dengan adanya sport tourism ekonomi lokal Banyuwangi akan meningkat mulai dari homestay, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lainya.
“Dalam sesi akhir perlombaan para peserta akan melakukan pendinginan (Colling down) dengan gowes santai menuju tempat kuliner yang ada di Desa Kemiren Glaah Banyuwangi. Namun hal tersebut tidak diwajibkan bagi para peserta lomba BFIC,” tambah Alfin.
Acara wisata kuliner tersebut merupakan agenda dari sebagian peserta lomba yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Banyuwangi yang dikenal sebagai serpihan tanah sorga di ujung timur Jawa dalam pariwisata. Sekaligus ingin menikmati sensasi makanan tradisional yang siap memanjakan selera pecinta kuliner yang berkunjung ke Banyuwangi, pungkas Alfin.









