“Langkah ini untuk meminimalisir risiko jika terjadi kondisi darurat di laut. Keselamatan jiwa manusia harus diutamakan,” tambah Purgana.
Seorang sopir truk asal Sulawesi, Muhammad Sihan, mengaku telah mengantre sejak Selasa pukul 10.00 WIB dan hingga sore ini belum mendapat giliran menyeberang.
“Saya sudah dari kemarin mengantri sejak pukul 10 pagi, sampai sore ini masih di sini,” keluhnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pelabuhan hampir lumpuh total. Puluhan truk besar memadati jalur keluar-masuk pelabuhan hingga menghalangi mobilitas kendaraan lain. Kebijakan pembatasan hanya mengizinkan 4 unit truk tronton dalam satu waktu juga turut memperlambat proses penyebrangan.
Pihak kepolisian bersama pengelola pelabuhan dan instansi terkait tengah berupaya mengurai kemacetan melalui rekayasa lalu lintas dan penataan zona antrean.










