Lima Rumah Sakit di Banyuwangi Raih Penghargaan Bintang Tiga BPJS Kesehatan

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, drg. Muhammad Masrur Ridwan, M.Kes., AAAK (batik tengah) diapit pimpinan lima rumah sakit yang mendapatkan penghargaan

Banyuwangi, seblang.comBPJS Kesehatan kembali memberikan apresiasi kepada rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi atas capaian transformasi digital layanan kesehatan. Sebanyak lima rumah sakit meraih Penghargaan Bintang Tiga sebagai bentuk pengakuan atas inisiasi dan akselerasi penerapan inovasi digital dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan. Penyerahan dilakukan dalam kegiatan Evaluasi Layanan Rumah Sakit, Selasa (10/2/2026), dan diwakili oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, drg. Muhammad Masrur Ridwan, M.Kes., AAAK.

Adapun rumah sakit penerima Penghargaan Bintang Tiga meliputi RS Nahdlatul Ulama, RS Al Rohmah, RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, RS Bakti Mulia, dan RS Fatimah. Kelima rumah sakit tersebut dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan berbagai inovasi digital guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di era JKN.

Masrur menjelaskan, penghargaan diberikan atas keberhasilan rumah sakit dalam mengintegrasikan sejumlah sistem digital, di antaranya Sistem Antrean Online, Sistem Klaim, E-SEP (Surat Eligibilitas Elektronik), fingerprint, serta FRISTA. Inovasi tersebut dinilai menjawab kebutuhan peserta JKN akan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, cepat, dan efisien.

“Beragam inovasi digital ini hadir untuk mempermudah peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan di rumah sakit, seiring tingginya animo masyarakat di era digital. Digitalisasi menjadi kebutuhan esensial untuk menciptakan layanan yang sederhana, terdigitalisasi, dan paperless,” kata Masrur.

Ia mencontohkan penerapan E-SEP yang memungkinkan peserta JKN tidak lagi membawa dokumen rujukan fisik saat mengakses layanan rawat jalan maupun rawat inap. Proses rujukan dilakukan secara daring dan terhubung secara digital antarfasilitas kesehatan. Sistem ini juga telah dilengkapi dengan validasi sidik jari dan rekam wajah pasien.

Dengan mekanisme tersebut, dokumen eligibilitas tidak lagi memerlukan tanda tangan basah karena seluruh proses telah terotomatisasi melalui sistem digital. Hal ini dinilai mampu mempercepat pelayanan administrasi sekaligus mengurangi penggunaan dokumen kertas.

Masrur menegaskan, adaptasi terhadap digitalisasi layanan publik merupakan keniscayaan, termasuk bagi rumah sakit sebagai mitra BPJS Kesehatan. Karena itu, Penghargaan Bintang Tiga diberikan sebagai bentuk apresiasi, khususnya kepada manajemen rumah sakit yang konsisten mengedepankan digitalisasi demi kemudahan sistem dan percepatan layanan administrasi.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kepuasan peserta JKN dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi rumah sakit lain di Kabupaten Banyuwangi maupun Situbondo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan berinovasi di bidang kesehatan.

“Tantangan ke depan adalah mewujudkan sistem layanan JKN yang semakin terdigitalisasi dan terotomatisasi. Dengan kolaborasi dan komunikasi yang positif bersama mitra kerja serta para pemangku kepentingan, kami optimistis sistem layanan JKN yang memberikan kemudahan bagi peserta dapat terwujud,” pungkas Masrur.//////////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo