Sementara itu, Ketua Gapensi Jawa Timur Mohammad Syarifudin menekankan pentingnya kesiapan menghadapi era digital dalam usaha jasa konstruksi. Ia mengingatkan para pengusaha untuk mempersiapkan diri, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. “Jika SDM tidak dipersiapkan dengan baik, globalisasi bisa mengakibatkan dunia konstruksi di sini dikuasai oleh pihak luar,” katanya saat menghadiri Muscab Gapensi Banyuwangi.
Syarifudin juga menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan kemitraan dengan pemerintah untuk mempertahankan eksistensi industri konstruksi di Banyuwangi. “Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat membawa anggota untuk saling bersinergi. Selain itu, bermitra dengan pemerintah juga sangat penting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syarifudin menyoroti potensi Banyuwangi sebagai salah satu daerah unggulan bagi industri jasa konstruksi di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan jumlah anggota Gapensi Banyuwangi yang termasuk salah satu yang terbanyak di Jawa Timur. “Keunggulan ini harus dapat dimaksimalkan oleh setiap anggota,” ujarnya.
Syarifudin menekankan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. “Apapun aturan yang dibuat pemerintah pusat, itu juga yang harus dihadapi teman-teman di Banyuwangi. Oleh karena itu, sinergi antara anggota dan pemerintah harus terus dibangun dan diperkuat,” pungkasnya.









