“Pelatihan diberikan kepada anak-anak bagaimana memainkan alat-alat musik reog mulai dari, kendang, gong, kenong, sompret, angklung, ketipung dengan alat peraga seperti dadak merak dan pentulan,” ujar AKP Ayip Rizal,Kamis (29/9/22)
Kasatlantas menambahkan bahwa pelatihan kesenian Reog Ponorogo ini sudah berlangsung selama 5 bulan.
“Kegiatan pelatihan terhadap anak-anak LKS Tuna Netra rutin dilakukan setiap hari Jumat mulai pukul 15.00 wib sampai selesai,” tambah AKP Ayip Rizal.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh anggotanya tersebut.
“Selain melaksanakan tugas sehari – hari sebagai anggota Satlantas, Briptu Luhur juga memberikan pelatihan seni Reog kepada anak – anak yang notabene menyandang disabilitas untuk melestarikan budaya lokal yaitu seni Reog,” ujar AKBP Catur.
Kapolres Ponorogo ini berharap dengan adanya kegiatan pelatihan kesenian reog Ponorogo tersebut dapat terus menjaga budaya bangsa Indonesia. (*)










