Sementara, Agus Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran menjelaskan jika dirinya mendapat informasi kebakaran dan langsung bergegas menuju lokasi dengan dua unit kendaraan pemadam kebakaran.
“Setibanya di lokasi, kami berusaha membuka pintu panel MCB menggunakan kayu, lalu ketika terbuka kita menggunakan Apar. Setelah itu kita juga gunakan pasir dan tanah yang dicampur air secara berulang ulang, tetapi dengan cara dilempar Karena kalau tidak dilempar kita sendiri yang berisiko,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, pada saat kejadian siswa semua panik karena ada bunyi ledakan yang terdengar.
“Jika ada sebuah peristiwa kebakaran semua akan pasti panik, dan Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan kejadian ini meskipun belum final,” jelasnya.
Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan bahaya kebakaran. “Apabila hendak bepergian atau keluar rumah agar dipastikan kompor mati, dan alat alat listrik yang menjadi pemicu juga diperhatikan dan dimatikan. Jangan membakar sampah sembarangan,” imbau Agus.
Dari kejadian ini pihak petugas PLN yang nampak berada di lokasi sudah melakukan pemadaman arus listrik.












