Ledakan Saat Tarawih di Masjid Raya Pesona Jember Diduga Berasal dari Lemari, Polisi Selidiki hingga Pagi


Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil, mengungkapkan bahwa dirinya tidak berada di lokasi saat peristiwa terjadi dan hanya mendapatkan informasi dari para jemaah yang menjadi saksi. Ia menyebut ledakan terjadi saat rangkaian salat tarawih masih berlangsung, yang diperkuat dengan kondisi jam dinding masjid yang berhenti tepat pada waktu kejadian.
“Terus terang saya sendiri saat kejadian tidak ada di sini. Jadi informasi yang saya terima berasal dari kesaksian jemaah yang sedang melaksanakan salat saat itu,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pengamatan awal di lokasi, sumber ledakan diduga berasal dari sebuah lemari lama yang tidak digunakan, yang berada di area dekat tempat wudhu laki-laki. Akibat ledakan, sejumlah bagian bangunan masjid mengalami kerusakan, di antaranya plafon, etalase buku, serta bagian roster dinding.
“Kerusakannya di plafon, etalase buku, dan roster. Sumber ledakan diduga dari lemari yang memang sudah lama tidak digunakan. Namun, isinya kami belum mengetahui,” paparnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengamanan setelah menerima laporan terkait ledakan tersebut. Area sekitar masjid dipasangi garis polisi dan dilakukan sterilisasi untuk mendukung proses penyelidikan.
“Kami menerima informasi adanya ledakan di Masjid Raya Pesona. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, menetapkan status quo di lokasi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke area kejadian,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti ledakan.
“Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan karena masih tahap awal. Olah TKP lanjutan masih dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, sekitar pukul 02.30 WIB, Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, bersama jajaran pimpinan Polda Jawa Timur tiba di lokasi untuk memantau langsung jalannya proses olah TKP. Dalam kunjungan tersebut, ia berkoordinasi dengan Kapolres Jember, Bobby A. Condroputra, untuk membahas perkembangan penyelidikan serta langkah lanjutan yang akan diambil.
Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Jawa Timur yang didatangkan dari Surabaya turut melakukan pemeriksaan menyeluruh di area yang diduga menjadi sumber ledakan. Tim tersebut menyisir lokasi guna memastikan ada atau tidaknya bahan berbahaya yang berpotensi memicu ledakan.
Hingga pukul 05.35 WIB, proses investigasi masih terus berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim Jibom terus melakukan penyisiran dan pengumpulan barang bukti guna memastikan kondisi lokasi benar-benar aman sekaligus mengungkap penyebab pasti ledakan saat ibadah salat tarawih tersebut./////////////