“Makanan yang diberikan kepada warga binaan dalam 10 hari berulang telah dihidangkan di atas piring dan siap untuk dinilai”, ujar Dhanny.
Lebih lanjut, Dhanny menjelaskan bahwa kategori penilaian terdiri dari bahan makanan yang dipakai, kematangan saat memasak, dan kebersihan alat makan.
“Nilai gizi sangat berpengaruh dalam penilaian, serta laik higiene dari kelengkapan makan warga binaan juga menentukan”, tutupnya.
Menurutnya, usaha menuntaskan sertifikasi halal produk makanan adalah suatu upaya untuk memberikan jaminan bahwa makanan yang diditribusikan kepada warga binaan terjamin mutu dan kehigienisannya.
“Makanan yang higienis tentu akan mampu memenuhi kebutuhan gizi dari warga binaan,” pungkasnya.











