“Pemasaran produk secara konvensional pada saat ini memang dirasa kurang optimal, karena kebiasaan masyarakat dalam berbelanja sudah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi,” terang Agus.
Menurutnya, pemanfaatan media e-commerce juga dilakukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi jual beli.
“Jika hanya dilakukan secara konvensional, pemasaran produk hasil karya Warga Binaan ini mungkin hanya menjangkau masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Namun dengan e-commerce jangkauannya bisa lebih luas,” ungkapnya.
Selain pemasaran, kegiatan promosi juga lebih digencarkan melalui media sosial. Harapannya masyarakat dapat mengetahui produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan.
“Produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan kami sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan dengan yang ada di pasaran, sehingga juga terus kami gencarkan untuk promosinya,” pungkasnya.
“Kami terus berupaya untuk menjadikan Lapas Banyuwangi sebagai Lapas yang produktif dengan memberikan banyak ruang untuk mengembangkan kreatifitas Warga Binaan,” tutupnya.










