“Percaya Ba’alawi itu keturunan Nabi, silakan. Tapi jangan sekali-kali menghina para kiai di Nusantara. Jika itu terjadi, Garda Wali Songo akan berada di barisan terdepan untuk membela,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Eko Ahmadi menyatakan bahwa selama ini banyak pihak yang justru menghujat ulama lokal, seolah tidak memiliki nilai atau otoritas keagamaan yang sah. Padahal menurutnya, para ulama Nusantara memiliki peran besar dalam membangun karakter bangsa, bahkan jauh sebelum kemerdekaan.
Ia pun meminta seluruh jajaran pengurus DPC Garda Wali Songo Banyuwangi untuk aktif melaporkan siapapun yang menghina, melecehkan, atau merendahkan martabat ulama.
“Dulu kita diam. Sekarang tidak boleh lagi. Ini bukan hanya soal nasab, tapi soal nasib bangsa,” tandasnya sembari mengajak para pengurus meneladani nilai-nilai luhur dan meneruskan perjuangan para Wali Songo yang telah membangun dasar peradaban Islam di Nusantara.









