Tiga orang yang diamankan adalah TP, RR, dan IL. Ketiganya langsung dimintai keterangan sejak Minggu malam. Dari hasil pemeriksaan awal, minuman keras ini rencananya akan diedarkan ke beberapa daerah di Pulau Jawa, seperti Pekalongan, Karawang Timur, Cikopo, dan Bogor.
Pemeriksa Bea Cukai dan Cukai Ahli Pertama, Hitamawan Robertho, menyoroti tren penyelundupan miras yang kini semakin variatif, tak hanya lewat jalur fisik seperti bus, tetapi juga lewat jalur digital.
“Saat ini banyak yang menjual miras secara terselubung di e-commerce, menggunakan istilah seperti minuman herbal atau cairan sabun. Kami punya tim cybercrawling untuk mendeteksi pengiriman mencurigakan, baik melalui Shopee, SPX, J&T, dan sebagainya,” ungkap perwakilan Bea Cukai Banyuwangi.
Letkol Puji menegaskan bahwa operasi ini adalah bukti keseriusan TNI AL dalam mengamankan perairan dan wilayah strategis dari peredaran barang ilegal, sejalan dengan instruksi Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
“Kami punya komitmen kuat untuk menjaga wilayah Banyuwangi dari segala aktivitas ilegal, apalagi dengan garis pantai yang luas dan potensi kerawanan tinggi. Ini bukan sekadar keberhasilan taktis, tapi bentuk nyata kehadiran negara,” tegasnya.











