Mojokerto, seblang.com– Delegasi Brunei Darussalam mengunjungi Tlatah Mojopahit dan mengagumi produk-produk perajin binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto. Bahkan, sejumlah produk unggulan diborong oleh para delegasi.
Setelah mendapat sambutan dan jamuan dari Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto di Pringgitan, acara dilanjutkan dengan seremoni di Pendopo Sabha Kridatama (SBK) yang ditandai dengan saling bertukar cenderamata. Selanjutnya, para delegasi meninjau stan produk serta Galeri MPP yang menampilkan karya perajin dan UMKM binaan Disperindag Kabupaten Mojokerto.
Para delegasi tampak antusias melihat beragam produk unggulan. Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Disperindag turut mendampingi saat peninjauan stan perajin.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota delegasi yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut mendukung dan menghadiri acara penerimaan tamu kehormatan tersebut.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto menyampaikan selamat datang serta terima kasih kepada delegasi dari Brunei Darussalam yang telah hadir malam hari ini. Kunjungan ini bukan hanya ke Mojokerto masa kini, tetapi juga ke wilayah yang dahulu menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit yang megah,” ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung kedekatan sejarah antara Mojokerto dan Brunei Darussalam. Ia menjelaskan bahwa pada abad ke-13, wilayah yang kini menjadi Brunei Darussalam, Singapura, Temasik, Thailand, Patani, Malaysia, dan seluruh wilayah Indonesia termasuk Mojokerto, merupakan bagian dari pengaruh Kerajaan Majapahit.
“Seiring melemahnya Majapahit pada akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14, kemudian pada abad ke-15 muncul Kesultanan Brunei yang dipimpin Sultan Bolkiah hingga berkembang menjadi negara Brunei Darussalam seperti yang kita kenal saat ini,” tambahnya.
Selain hubungan historis, Bupati berharap kunjungan ini menjadi awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Kabupaten Mojokerto dan Brunei Darussalam, khususnya di sektor pariwisata dan pengembangan produk UMKM.
Ia menjelaskan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata alam yang menarik, salah satunya pemandian air panas alami yang bersumber dari belerang Gunung Welirang.
“Air panas ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit kulit. Banyak wisatawan mancanegara yang menyempatkan diri berkunjung ke sana,” jelasnya.
Selain wisata alam, Mojokerto juga memiliki potensi wisata sejarah berupa peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di berbagai lokasi.
“Candi-candi dan peninggalan sejarah yang ada merupakan bukti kejayaan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas kita bersama dengan Brunei Darussalam,” katanya.
Bupati juga mengajak delegasi melihat langsung produk-produk UMKM yang dipamerkan di lokasi acara.
“Di belakang ruangan ini terdapat berbagai hasil kerajinan dan produk lokal dari UMKM kami yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Kami berharap produk-produk ini dapat dikenal dan diterima di pasar Brunei Darussalam,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar hubungan persahabatan kedua daerah terus terjalin erat dan berkelanjutan.
“Kami juga berharap suatu saat dapat berkunjung ke Brunei Darussalam sebagai balasan kunjungan yang penuh makna ini,” pungkasnya. (11/2/2026). (hr)











