Kunjungi Bandara Banyuwangi, Direktur Aga Khan Award: Arsitekturnya Harmonis dengan Lingkungan

by -374 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.com – Bandara Banyuwangi memenangi penghargaan arsitektur dunia, Aga Khan Award for Architecture pada November 2022 lalu. Sebagai apresiasi, Direktur Aga Khan Award, Farrokh Derakhshani, datang mengunjungi bandara rancangan arsitek Andra Matin tersebut, bersamaan dengan dihelatnya Festival Arsitektur Nusantara di Banyuwangi, (22-24/6/ 2023).

Saat tiba di Bandara Banyuwangi, Jumat (23/6/2023), Farrokh mengaku terkesan dengan desain terminal bandara yang ramah lingkungan. “Sistem udara di dalam Bandara Banyuwangi sangat sejuk. Saat tadi turun dari pesawat, saya langsung merasakan udara tropis di sini. Tapi begitu masuk ke terminal bandara, langsung terasa sejuk,” kata Farrokh.


Bandara Banyuwangi memang dibangun mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan. Bandara Banyuwangi disebut menghindari gaya internasional standard sebagian besar bandara di dunia. Skema pembangunan yang diterapkan bersandar pada sumber daya lokal, teknologi tepat guna, dan prinsip-prinsip desain pasif vernakular.

Kondisi negara Indonesia yang memiliki iklim panas disiasati dengan infrastruktur konektivitas yang menciptakan bukaan dan overhang yang dapat mengoptimalkan pengendalian suhu melalui ventilasi alami. Selain itu, pengaturan berkelanjutan dari lansekap ke ruang interior membantu aliran udara, dengan pepohonan rindang nan subur, menjadikan bangunannya bernuansa alam.

Sistem penghawaan alami juga diterapkan ke dalam bangunan sehingga hampir seluruh ruang operasional bandara tidak membutuhkan AC. Ini bisa dilihat dari overhang selebar tujuh meter, kisi-kisi kayu sebagai dinding ruang, juga pada sisi atap untuk menjadi ventilasi.

Fasad Bangunan Bandara Banyuwangi sendiri mencerminkan citra kearifan lokal Kabupaten Banyuwangi, karena mengadopsi bentuk Udeng, penutup kepala khas Suku Osing (penduduk asli Banyuwangi).

“Saya melihat adanya kesamaan antara konsep pembangunan Bandara Banyuwangi dengan konsep Achitecture Acupunture di Cina. Keduanya berfokus pada integrasi harmonis antara bangunan dengan lingkungan, serta menggabungkan elemen budaya local. Inilah menjadi keunggulan Bandara Banyuwangi, ” ungkap Farrokh.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *