“Kita melaksanakan contraflow dengan dua lajur di KM 48-70 karena volume lalu lintas di Cipali sudah mencapai lebih dari 4.000 kendaraan setiap jamnya, yang membuat situasi menjadi padat. Oleh karena itu, kita harus bertindak cepat untuk membersihkan jalur tersebut agar bisa segera menerapkan contraflow dan one way di Cipali,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, jalur arteri Pantura masih sering dilalui oleh pengguna sepeda motor, menyebabkan peningkatan lalu lintas di jalur non-tol tersebut. Selain itu, masih banyak kendaraan angkutan barang yang masih beroperasi meskipun telah dilarang untuk melintas sejak hari ini.
“Pantauan dari CCTV menunjukkan adanya peningkatan pengguna sepeda motor di jalur arteri Pantura, namun arus lalu lintas di jalur timur masih cukup lancar, sehingga saat penerapan one way nanti, masih dapat dikelola dengan baik,” ungkapnya.
“Kemudian, untuk kendaraan angkutan barang, memang masih ada beberapa yang tetap beroperasi meskipun telah dilarang. Kami berupaya untuk menanganinya dan memarkirkannya di kantong-kantong parkir yang telah disiapkan hingga tanggal 16 agar tidak beroperasi,” tambahnya.











