Menurut dia dalam catatan sejarah perjalanan hidupnya, Prof. Mahfud MD termasuk salah satu orang yang pernah menduduki tiga cabang kekuasaan trias politikal. Dan realitas tersebut menjadi modal politik dan bekal berharga untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Aktivis asal Wongsorejo itu menambahkan, sebagai sesama orang yang berdarah Madura dan berproses di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pihaknya sangat termotivasi dengan idealis seniornya yang saat ini menjadi pejabat publik di Indonesia.
“Kebetulan nama kita sama-sama Mahfud, namun bedanya jika Mahfud MD mencoba mengusut tuntas dugaan TPPU, sedangkan Mahfud Wahib berkomitmen mengawal tuntas dugaan kasus korupsi mamin fiktif yang telah menetapkan Nafiul Huda sebagai tersangka oleh Kejari. Serta dugaan keterlibatan dirinya dalam praktek jual beli jabatan di lingkungan pemkab Banyuwangi,” imbuh Mahfud.
Melihat kenyataan bangsa Indonesia saat atas nama pribadi dan mewakili lembaganya menginginkan seniornya tersebut untuk tetap tegak lurus membongkar skandal besar itu.
Karena dirinya meyakini Rakyat Indonesia akan ada di belakangnya untuk mensuport dan momentum awal untuk membersihkan mafia koruptor di negara tercinta ini.
“Lanjut kanda.. Jangan kasih kendor, kami akan selalu mendukung panjenengan. Dan kami mendoakan semoga kanda diberikan kesehatan selalu serta nantinya ikut berpartisipasi dalam kontestasi Pilpres 2024 baik sebagai capres maupun sebagai cawapres. Karena negara ini masih membutuhkan sosok yang berani seperti kanda. Dan adinda juga akan berusaha keras memberantas praktek-praktek korupsi di Bumi Blambangan,” pungkasnya./////










