Imam juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas anggaran di tubuh KONI. Ia membuka ruang bagi semua pihak, terutama para pengurus, untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran secara terbuka.
“Saya sangat terbuka kepada teman-teman pengurus. Semua hal yang berkenaan dengan anggaran bisa ditanyakan. Tidak ada yang kami sembunyikan karena kami ingin bekerja secara amanah dan tidak ada niat untuk melakukan korupsi,” tegasnya.
Menghadapi Porprov X yang akan digelar di Surabaya, Imam Suyono optimistis bahwa prestasi Kabupaten Mojokerto bisa ditingkatkan. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, yakni dua tahun, ia yakin pencapaian akan jauh lebih baik dibanding saat Porprov IX di Malang yang hanya memiliki waktu persiapan sekitar empat bulan.
“Harapan kami di Porprov X di Surabaya harus lebih baik dari Porprov IX. Waktu dua tahun ini akan kami maksimalkan agar pembinaan dan prestasi atlet semakin meningkat,” pungkas Imam Suyono.(rahmat)
Teks foto : saat jumpa pers











