“Selama ini atlet dermatory itu hanya dipinjamkan pakai oleh beberapa pihak sehingga tidak ada urusan ke daerah, padahal biaya untuk pemeliharaannya juga tinggi ,” ucap Emy.
Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga akan segera mengelola sebagian Pulau Tabuhan yang terletak di Kecamatan Wongsorejo sebagai destinasi wisata dan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pariwisata berbasis IT.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengakui bahwasanya retribusi sektor pariwisata belum mencapai target yang ditetapkan, namun optimis tahun 2023 ini bisa maksimal.
“Pasca pandemi Covid-19, kita memang butuh pemulihan, aksesnya pun belum sempurna jadi dari target yang ada kita akui belum tercapai ditambah targetnya melebihi sebelum pandemi, namun kita optimis bersama Komisi III untuk mewujudkan bagaimana capaian itu bisa maksimal ,” ucap Bramuda.
Untuk mewujudkan penerimaan retribusi yang maksimal, pembalap akan melakukan perubahan atau gagasan baru sebuah badan usaha yang khusus menangani IT semacam BUMD online penunjang sektor pariwisata.
“Semoga gagasan baru ini bisa kita realisasikan, tentu kalau ini berhasil,kita percaya Pemda banyuwangi akan memperoleh PAD yang luar biasa,gagasan ini sudah kita sampaikan ke bupati,saat ini tahap finalisasi dalam artian semua masih punya komitmen yang sama ,”pungkas Bramuda.////










