Politisi asal PKB itu menuturkan fakta yang cukup memprihatinkan di kota Gandrung saat ini banyak Orang Terduga TBC (OTT). Dimana dalam program nasional 2030 adalah eliminasi Aids Tuberculosis dan Malaria (ATM).” Mulai 2023 betul-betul dianggarkan lintas sektoral atau di semua SKPD untuk melakukan screening terhadap 51,5 persen dari 17 ribu orang yang diduga TBC,” imbuh Hj Ni’mah.
Anggota Dewan asal Kecamatan Giri itu menambahkan dewan mensupport eksekutif pembelian rontgen alat screening portable yang mobil. Sehingga program screening bisa dilakukan secara maksimal.
Selain itu dewan juga mengharapkan adanya keberpihakan pemerintah terhadap para tenaga kesehatan (Nakes) yang dalam masa pendemi Covid 19 dan masa pemulihan ini betul-betul berada di garda depan.
Alokasi anggaran untuk kesehatan mulai HIV/Aids, stunting, Tuberculosis dan malaria betul-betul dianggarkan secara maksimal . Sehingga SDM Banyuwangi dalam sepuluh – dua puluh tahun kedepan tidak akan menjadi beban bagi pemerintah.
”Kami ingin dalam dua puluh tahun mendatang SDM di Banyuwangi betul-betul sehat dan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa di Banyuwangi secara khusus dan Indonesia pada umumnya,” pungkas Hj Ni’mah.//////












