Ipuk menambahkan, ke depan model rumah retrofitting akan diadopsi secara bertahap dalam program bedah rumah di Banyuwangi. Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan hunian yang tidak hanya layak ditempati, tetapi juga memiliki standar keamanan yang lebih baik.
Ketua PMI Banyuwangi Mujiono mengungkapkan, PMI telah menjalankan bedah rumah dengan metode retrofitting sejak 2021. Hingga kini, tercatat 12 rumah retrofitting telah dibangun di sejumlah wilayah rawan gempa, antara lain Kecamatan Glagah, Blimbingsari, Songgon, Tegaldlimo, dan Purwoharjo.
“Rumah ini menjadi model atau percontohan bagi pembangunan rumah tahan gempa di sekitarnya. Pembangunannya menggunakan dana hibah dari Pemkab Banyuwangi, sementara PMI menjadi inisiator sekaligus pelaksana pembangunan,” kata Mujiono.
Selain pembangunan fisik, PMI juga menggelar pelatihan retrofitting bagi ratusan peserta yang terdiri dari pekerja konstruksi lokal, tukang bangunan, kontraktor kecil, anggota SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), serta tokoh masyarakat.
“Semacam training of trainers. Kami menyiapkan tenaga yang sudah terbiasa membangun rumah retrofitting untuk melatih para tukang dan kontraktor, mulai dari pemilihan bahan bangunan, ukuran, hingga teknik konstruksi yang sesuai standar tahan gempa,” ujarnya.
Mujiono menambahkan, di luar program retrofitting, PMI juga melaksanakan puluhan bedah rumah bagi warga pra-sejahtera dengan metode semi-retrofitting untuk meningkatkan keamanan dasar bangunan mereka./////////









