Yang patut diapresiasi, lanjut Dandim, Karnaval Pawang Nusantara merupakan hasil swadaya dan gotong royong masyarakat, tanpa bergantung pada bantuan atau sumbangan dari pihak manapun. “Ini menunjukkan kemandirian dan tekad kuat warga Papring dalam melestarikan budaya mereka,” tegasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan program bakti TNI Kemandirian Masyarakat yang sedang dijalankan Kodim 0825 Banyuwangi. Bertemakan “Merajut Harmoni untuk Bumi Pertiwi”, program ini bertujuan membangun masyarakat mandiri yang tangguh melalui pemberdayaan potensi wilayah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap Kodim 0825 Banyuwangi terus dapat memberikan kontribusi positif demi kemajuan masyarakat Papring, Kalipuro, dan Banyuwangi secara keseluruhan,” tambah Dandim.
Ke depannya, diharapkan Karnaval Pawang Nusantara akan terus hadir dengan beragam inovasi yang lebih baik, memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Banyuwangi secara umum. Semangat masyarakat untuk terus berdaya dan berinovasi tercermin dalam penyelenggaraan acara ini, menunjukkan potensi besar Papring dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

Selain potensi budaya, ternyata Papring juga memiliki potensi hasil perkebunan berupa kopi. Dandim berkesempatan mencicipi kopi Excelsa hasil perkebunan rakyat setempat. “Rasanya sempurna, selain memiliki rasa pahit yang dominan, juga ada rasa manis, masam, dan sepat. Mantap!” puji Dandim. Beliau bahkan meminta agar gerobak kopi darling pemuda Papring sesekali berkeliling dan mangkal di area Kodim 0825 Banyuwangi.












