Banyuwangi, seblang.com – Pergantian tahun di Kokoon Hotel Banyuwangi dirayakan dengan mengajak para tamu berkeliling Indonesia lewat dinner bertajuk “Serumpun Nusantara: Citarasa Tradisional”, Rabu (31/12/2025). Tak sekadar jamuan makan malam, acara ini menjadi panggung pertemuan rasa, budaya, dan tradisi Nusantara dalam satu malam perayaan.
Begitu memasuki area hotel, nuansa Nusantara langsung terasa. Para karyawan tampil anggun mengenakan busana adat dari berbagai daerah. General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, pun memilih busana adat Sasak dari Nusa Tenggara Barat sebagai simbol keberagaman yang dirayakan malam itu.
“Tema ini kami hadirkan sebagai kelanjutan dari program Kokoon Kuliner Nusantara. Lewat momen pergantian tahun, kami ingin tamu merasakan kekayaan kuliner tradisional Indonesia dalam satu tempat,” kata Weni.
Beragam hidangan khas Nusantara tersaji, mulai dari kuliner Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Nusra, Sulawesi, Kalimantan, termasuk menu khas Banyuwangi. Sajian tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat tamu seolah diajak berwisata kuliner lintas pulau tanpa harus berpindah tempat.

Tak berhenti di meja makan, Kokoon Hotel Banyuwangi juga menghidupkan malam dengan suguhan seni budaya lokal. Denting musik patrol Banyuwangi mengalun lewat penampilan Langgeng Wangi, disusul tarian tradisional yang dibawakan Sanggar Godho Blambangan, seperti Jaripah dan Lintang Kemukus.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman lengkap. Datang ke Kokoon, tamu tidak hanya makan, tetapi juga mengenal budaya Banyuwangi. Benar-benar one stop service experience,” ujar Weni.
Sebagai apresiasi, manajemen Kokoon Hotel Banyuwangi menyiapkan berbagai doorprize spesial. Tiga voucher kamar Deluxe, Deluxe Balcony, dan Family dibagikan kepada tamu beruntung. Tak ketinggalan goodie bag berisi batik khas Banyuwangi yang didukung Isyam Samsi.
Antusiasme tamu pun melampaui ekspektasi. Hingga malam pergantian tahun, jumlah pengunjung mencapai sekitar lebih dua ratusan orang dan terus bertambah. Sejumlah wisatawan mancanegara, termasuk tamu asal Taiwan yang tengah menginap, tampak antusias menikmati sajian kuliner hingga pertunjukan budaya yang ditampilkan.
Kemeriahan makin lengkap dengan kehadiran stan permainan tradisional yang menghadirkan suasana nostalgia, sekaligus mengenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda. “Mungkin untuk saat ini anak-anak sudah tidak mengenal permainan tradisional, jadi disini kita bagikan gratis untuk tamu yang membawa anak-anak,” ujarnya.
Menatap 2026, Weni berharap Banyuwangi semakin bersinar sebagai destinasi wisata unggulan, didukung akses transportasi udara dan kereta api yang kian mudah. “Jika akses semakin baik, kunjungan wisatawan akan meningkat dan berdampak positif bagi seluruh pelaku pariwisata,” pungkasnya.












