Penjahit asli Banyuwangi mengungkapkan dirinya yang menjadi penjahit sejak tahun 2000 itu tentu sudah merasakan puncak kejayaan profesi penjahit Banyuwangi sekitar tahun 2004.
Menurut dia saat itu penjahit Banyuwangi ada persatuan yang menggelar pertemuan secara rutin . Apabila ada tender dari pemerintah daerah pengurusnya mau berbagi dengan penjahit yang menjadi anggota.
“Pada masa itu untuk ongkos dan kualitas jahit bisa dikatakan seragam. Berbeda dengan saat ini masing-masing bisa menentukan harga untuk jasanya,” imbuh dia.
Takim menambahkan selama pandemi Covid 19 dua tahun ini sebagai penjahit diriya belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Bahkan dirinya sering membantu warga lain yang dirasa lebih berhak untuk mendapatkan bantuan dalam kehidupannya.
Saat ini pihaknya sebenarnya berharap ada organisasi profesi bagi para penjahit Banyuwangi sebagai wadah silaturahmi dan berbagi. Selain itu bisa menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah dan perbankan untuk mendapatkan program bantuan modal usaha maupun berbagai program yang lain.////












