Banyuwangi, seblang.com – Serbuan pakaian jadi dan pakaian impor Bekas Baju Bos (Babebo) yang harganya sangat murah tentu sangat berdampak terhadap jumlah baju dan celana yang bisa dikerjakan sebagai penjahit pakaian.
Salahsatu cara yang dilakukan untuk bisa bertahan dengan bersikap proaktif terhadap para pelanggan setia. Seperti yang dilakukan oleh Takim panggian akrab Mustakim (52 tahun) Penjahit dan Vermak Levis yang membuka usaha di Jalan Raya Jember (Depan RS Fatimah ) Desa Kalirejo Kecamatan Kabat Banyuwangi.
Beberapa pejabat kantor pemerintah dan swasta serta beberapa sekolah di Banyuwangi menjadi pelanggan setia karena merasa cocok dengan hasil jahitan Takim.

“Selain itu dalam beberapa tahun terakhir kami juga fokus pada jasa vermak pakaian yang justru menjadi penyelamat sehingga mampu bertahan menekuni profesi penjahit ditengah penurunan jumlah masyarakat yang menjahitkan pakaian baru,”jelas Takim di tempat usahanya pada Sabtu (26/11/2022).
Pria murah senyum itu menuturkan maraknya perdagangan online alam era digital dirasakan sangat membantu kelangsungan profesi yang ditekuni sejak tahun 2000. Karena masyarakat yang membeli pakaian secara online tidak sedikit yang harus melakukan vermak mulai sekedar meminta memotong karena kepanjangan, merubah ukuran pinggang sampai harus bongkar total karena dinilai kurang nyaman dipakai.












