Namun, di balik kesuksesan yang diraihnya, Dendi menyimpan cerita perjuangan yang cukup panjang. Selama belasan tahun merintis usaha, ia mengaku belum pernah mendapatkan dukungan signifikan dari pemerintah daerah sebelumnya. Namun, angin segar kini berhembus. Kunjungan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, ke kediamannya baru-baru ini menjadi momentum penting bagi Dendi dan para pelaku UMKM lainnya di Situbondo.
“Saya sangat kaget dan senang sekaligus bangga ketika Mas Bupati datang langsung ke rumah untuk melihat hasil kerajinan saya. Ini adalah kali pertama seorang Bupati Situbondo turun langsung menemui saya dan memberikan motivasi serta dukungan sebagai pelaku usaha kerajinan sapu lidi,” kata Dendi dengan mata berbinar.
Ia melihat kunjungan ini sebagai angin segar yang sejalan dengan visi misi Bupati saat ini, yaitu “UMKM Naik Kelas”.
Dendi berharap, dukungan dari pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada kunjungan simbolis. Ia berharap adanya kebijakan dan program yang berkelanjutan untuk memberdayakan UMKM di Situbondo, mulai dari akses permodalan, pelatihan peningkatan kualitas produk, hingga bantuan pemasaran yang lebih luas.
“Saya sangat berharap kepada pemerintah untuk terus mendukung kami, para pelaku UMKM. Dengan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan, kami yakin UMKM di Situbondo bisa benar-benar diperhatikan dan berkembang lebih pesat lagi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” pungkas Dendi dengan penuh harap.
Kisah Dendi, seorang pengusaha sapu lidi dari Situbondo, adalah cerminan semangat pantang menyerah dan kemampuan melihat peluang di tengah keterbatasan.
Keberhasilannya menyulap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, memberdayakan masyarakat sekitar, dan menembus pasar nasional bahkan internasional, menjadi inspirasi nyata bagi para pelaku UMKM lainnya. Kunjungan Bupati Situbondo memberikan harapan baru akan dukungan pemerintah yang lebih konkret, membuka lembaran baru bagi kemajuan UMKM di Bumi Shalawat Nariyah.










