Kisah Inspiratif Dendi: Sulap Limbah Lidi Jadi Rupiah hingga Omzet Jutaan

by -76 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W. Sulaksono


Situbondo, seblang.com – Di tengah potensi alam Situbondo yang melimpah, seorang pengusaha gigih bernama Dendi Farizqi dari Kampung Bindung, Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih, telah berhasil mengubah limbah menjadi peluang emas.

Berawal dari tumpukan lidi pohon kelapa dan aren yang terbengkalai, Dendi kini menjelma menjadi inspirasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Situbondo dengan bisnis sapu lidinya yang meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.


Selama lebih dari satu dekade, Dendi dengan tekun mengembangkan kerajinan sapu lidinya. Ketekunan dan kualitas produknya membuahkan hasil manis. Permintaan pasar terus meningkat, tak hanya dari berbagai daerah di Nusantara, namun juga merambah pasar ekspor ke negeri jiran.

Kesuksesan ini tak dinikmati seorang diri. Seiring bertambahnya pesanan, Dendi memberdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan hingga 40 tetangganya, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.

“Awalnya saya merintis usaha ini sendirian. Namun, karena permintaan terus berdatangan, saya secara bertahap mulai memperkerjakan tetangga. Alhamdulillah, kini saya memiliki 40 pekerja yang membantu produksi,” ungkap Dendi dengan nada syukur saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/4/2025).

“Untuk omzet, memang fluktuatif, tapi yang pasti setiap bulannya saya bisa mengirimkan dua pickup sapu lidi ke luar daerah. Satu pickup itu bisa memuat hingga 2 ribu sampai 3 ribu batang sapu lidi ,” katanya.

Variasi produk sapu lidi Dendi pun beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Harga jualnya berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 35.000, tergantung pada volume, kualitas bahan baku, dan tingkat kerumitan pembuatannya.
Selain sapu lidi, Dendi juga memproduksi penebah kasur yang juga diminati pasar.

“Untuk harga sapu lidi dan penebah itu bervariasi, Mas, tergantung pesanan. Pelanggan bisa langsung datang ke rumah atau memesan melalui akun TikTok dan Facebook saya. Selain cara konvensional, saya juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, untuk mengetahui prodak saya jelas berlebel dengan tulisan ‘Najwa’ dan bergambar mahkota raja,” jelasnya, menunjukkan adaptasinya terhadap perkembangan teknologi.

iklan warung gazebo