
Selanjutnya, kata Dwi, Perjalanan Kirab Bendera Partai Politik Pemilu 2024 dari Jalur VI akan diserahkan ke Kabupaten Situbondo. “Dengan Kirab Pemilu ini kita jadikan dan gelorakan semangat untuk menjadikan Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa,” harapnya.
Sementara Komisioner Divisi sosialisasi pendidikan pemilih dan pertisipasi masyarakat (sosdiklih parmas) KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, Kirab Pemilu 2024 dilaksanakan serentak dari Sabang sampai Merauke yang terbagi menjadi 7 jalur.
Kebetulan Jawa Timur sendiri dilalui empat jalur yakni Jalur lV, V, VI dan VII. Sedangkan Banyuwangi termasuk Jalur VI yang telah diserahterimakan dari Jembrana Bali.
“Kirab Pemilu ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang mana menjadi salah satu parameter keberhasilan pemilu. Minimal partisipasi masyarakat di Jawa Timur bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan diatas angka 83%,” kata Gogot.
Yang paling penting, kata Gogot, Kirab Pemilu ini sebagai wujud sarana integrasi bangsa dengan beraneka keragaman yang menampilkan kearifan lokal, dan justru memperkaya khasanah budaya Indonesia.
“Sama halnya dengan Pemilu. Bukan berarti Pemilu menyebabkan perpecahan tetapi sebaliknya sebagai sarana integrasi bangsa,” pungkasnya.










