“Sejalan dengan pertumbuhan sumber dana, ekspansi kredit secara nasional maupun provinsi mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu masing masing sebesar 11,35 persen dan 6,09 persen,” tambah kepala OJK berkacamata itu.
Dengan adanya kondisi tersebut maka kredit yang disalurkan kepada masyarakat wilayah Sekar Kijang juga tumbuh positif yaitu sebesar 6,23 persen yoy dari Rp1.655M per 31 Desember 2021 menjadi Rp1.758M per 31 Desember 2022. Pemberian kredit tersebut sebagian besar disalurkan pada sektor Perdagangan Besar/Eceran sebesar 30,45%. tambahnya
Hardi Rofiq Nasution dalam pemaparannya memberikan perhatian pada peningkatan rasio pinjaman dengan kualitas diragukan, kurang lancar, dan macet atau Non-Performing Loan (NPL).
NPL BPR/S diwilayah Sekar Kijang yang meningkat sebesar 3,54%, sementara Nasional dan Jatim membaik yaitu sebesar 2,44% dan 3,52%. Dengan memperhatikan data tersebut diharapkan BPR/S di wilayah OJK Jember untuk meningkatkan kinerjanya, khususnya dalam rangka perbaikan kualitas kredit yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan rentabilitas BPR/S.
Selanjutnya dia menambahkan dalam pelaksanaan evaluasi kinerja juga diikuti oleh program pendidikan bagi pegawai BPR/S yang dilaksanakan oleh OJK sebagai bagian program recycling atau tata ulang manajemen guna menyelamatkan BPR/S.////












