Selain itu, Polwan Polres Pacitan juga melakukan tapak tilas penguasa Gunung Limo, Resi Aji Tunggul Wulung.
Mereka mengunjungi tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai historis dan spiritual pendahulu dalam perjalanan mengembara di Gunung Limo.
Upacara ziarah dan penghormatan juga diadakan sebagai wujud rasa hormat terhadap sosok yang dikenal sebagai penguasa gunung tersebut.
AKBP Wildan Alberd, menyatakan, dengan melaksanakan tapak tilas ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Polwan Polres Pacitan adalah bagian dari sejarah dan budaya Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk melestarikan dan menjaga warisan leluhur serta mengambil inspirasi dari perjuangan mereka dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polwan Polres Pacitan juga ingin memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menghormati warisan budaya serta sejarah yang ada di Indonesia.
Momen peringatan Hari Jadi ke-75 Polwan RI tidak hanya menjadi ajang merayakan prestasi Polwan, tetapi juga mengajak semua pihak untuk lebih memahami dan menghargai nilai-nilai kultural yang melekat dalam masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan zaman modern, Polwan Polres Pacitan tetap teguh dalam prinsip-prinsip warisan budaya dan sejarah sebagai pijakan dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.
“Langkah tapak tilas ini bukan hanya sebagai penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga sebagai arahan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Kapolres Pacitan. (*)









