Banyuwangi, Seblang.com– Polemik soal ploting dana hibah pembinaan olahraga yang diterima cabor dari KONI Banyuwangi ternyata tidak hanya muncul pada pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi dan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Banyuwangi.
Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI ) Banyuwangi juga mempertanyakan anggaran KONI Banyuwangi yang mengalir terlalu kecil untuk pembinaan sepakbola dan futsal.
Menurut Pelatih Sepakbola Klub Putra Candi, Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi, Sapto Handoyo, sempat menyoal masalah minimnya anggaran dari KONI yang diterima Askab PSSI Banyuwangi ketika pertemuan pegiat sepakbola di sebuah warung di Desa/Kecamatan Singojuruh.
Sapto Handoyo yang akrab disapa Yoyok saat dikonfirmasi wartawan menegaskan bahwa anggaran Rp. 33 juta dari KONI Banyuwangi tahun 2024 tidak akan cukup untuk menggelar kompetisi.










