“Pesan saya, kita harus dewasa dalam ber medsos , sebab di Indonesia ini kan maha benar netizen atas semua pendapatnya.” Ucapnya.
Dalam kasus ini lanjut Gus Hafidz, tidak seharusnya menyudutkan satu sama lain. “Sudah saatnya kita bermuhasabahtun Nafsi yaitu Intropeksi diri agar kedepan sepak bola Indonesia lebih baik lagi dan TNI Polri dapat tetap menjaga rakyat indonesia, apalagi kita melihat jasa mereka untuk mengamankan Indonesia juga besar,” tambah Gus Hafidz.
Gus Hafidz juga berharap agar PSSI menjadi wadah para pesepak bolaan yang memiliki kompetensi apalagi akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, tentu seyogyanya PSSI cepat berbenah demi masa depan Indonesia.
“Saatnya kita menjadi bangsa yang besar apalagi sudah di percaya menjadi presiden G20 begitu juga dengan dunia olah raga kita harus menjadi negara yang maju akan bidang olah raganya,” ujar Gus Hafidz.
Dengan berbenah diri mulai sekarang, lanjut Gus Hafidz teguran dari Allah SWT melalui peristiwa Kanjuruhan bisa menjadi pil pahit alias obat untuk kesembuhan dunia sepak bola agar menjadi lebih baik kedepannya.
“Jadi dalam tragedi ini jangan hanya sibuk cari siapa yang salah, jangan berspikulasi, lebih baik kita naikan doa untuk semua, agar kejadian ini tidak terulang lagi,”pungkas Gus Hafidz (*)









