Ngawi, seblang.com – Menyikapi mendekatnya Pemilu 2024, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi, Kundari Pri Susanti dengan tegas menolak praktik black campaign dan penyebaran berita bohong. Ari, panggilan akrabnya, menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan kampanye yang berlandaskan fakta dan visi misi calon.
Kampanye dalam Pemilu biasanya menjadi wadah untuk menyampaikan visi misi calon dalam konteks politik. Namun, Ari menyoroti adanya trik gelap atau black campaign yang dapat merugikan lawan politik tanpa dasar fakta.
“Black campaign merupakan kampanye dengan menciptakan isu tanpa bukti yang jelas, menyudutkan lawan politik dengan fitnah,” terang Ari.
Menurutnya, black campaign dan berita bohong berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan masyarakat karena belum terbukti kebenarannya. Ari menegaskan bahwa praktik tersebut bertentangan dengan semangat deklarasi Pemilu damai.










